Minggu, Januari 21, 2018

Berita

Update berita terbaru.

Demam Berdarah, Tanda-Tanda dan Cara Penanganannya

http://www.produksunhope.com/wp-content/uploads/2013/04/demam-berdarah.jpg

Apakah Demam Berdarah itu?

Demam Berdarah Dengue, istilah kedokterannya Dengue Hemorrhagik Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue tipe 1-4, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominan) dan beberapa spesies Aedes lainnya. Di Indonesia sendiri, keempat tipe virus Dengue dapat ditemukan dengan gejala DHF yang parah yakni tipe 3. Kekebalan (imunitas) terhadap satu jenis virus tidak berlaku untuk infeksi jenis virus lainnya, bahkan dapat menimbulkan reaksi yang kurang menguntungkan bagi tubuh. Jumlah kasus DBD utamanya meningkat pada musim hujan dimana sumber air bersih bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes tersedia dimana-mana. Untuk itu dibutuhkan program pembersihan lingkungan yang baik. Sebenarnya demam berdarah dengue adalah fase lanjut dari demam dengue. Pada demam dengue stadium pertama belum terjadi perdarahan spontan seperti mimisan, petekie atau bintik-bintik merah pada kulit.

Apa Saja Tanda-Tandanya ?

Gejala yang tampak akibat infeksi virus dengue biasanya muncul setelah masa inkubasi (masa dimana virus berkembang hingga menimbulkan gejala) atau dalam waktu 3-8 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Jika sistem pertahanan tubuh dapat mengatasi virus, maka gejala yang tampak bisa ringan atau bahkan tidak didapatkan. Namun jika tidak, dapat timbul beberapa kondisi sebagai berikut:

  1. Demam tinggi mendadak, >38° C, 2-7 hari
  2. Mual, muntah, nafsu makan minum berkurang
  3. Nyeri sendi, nyeri otot (pegal-pegal)
  4. Nyeri kepala, pusing
  5. Nyeri atau rasa panas di belakang bola mata
  6. Wajah kemerahan
  7. Nyeri perut
  8. Konstipasi (sulit buang air besar) atau diare

Jika seluruh atau beberapa gejala diatas ditemukan pada seseorang, maka secara medis orang itu didiagnosis menderita Demam Dengue (Dengue Fever).

Adapun tanda-tanda seseorang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah jika didapatkan:

  1. Demam tinggi mendadak >38°C selama 2-7 hari
  2. Adanya manifestasi perdarahan spontan, seperti bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang jika ditekan (utamanya di daerah siku, pergelangan tangan dan kaki), mimisan, perdarahan gusi, perdarahan yang sulit dihentikan jika disuntik atau terluka
  3. Pembesaran organ hepar (hati) dan limpa
  4. Syok

Kriteria berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium darah:

  1. Adanya trombositopenia, yaitu jumlah trombosit < 150.000/mm³ (normalnya 150-450 ribu/mm³)
  2. Hemokonsentrasi, yaitu pengentalan darah akibat perembesan plasma (komponen darah cair non seluler), ditandai dengan nilai Hematokrit (Hct) yang meningkat 20% dari nilai normalnya.

Jika terdapat minimal 2 tanda klinis dan 2 laboratoris, maka orang yang mengalaminya didiagnosis menderita DBD. Berdasarkan tanda-tanda diatas pula, DBD dibagi atas beberapa derajat, yaitu:

  1. DBD derajat I: Tanda-tanda infeksi virus, dengan menifestasi perdarahan yang tampak hanya dengan Uji Torniquet positif.
  2. DBD derajat II: Tanda infeksi virus dengan manifestasi perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah)
  3. DBD derajat III: Disebut juga fase pre syok, dengan tanda DHF grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok; kesadaran menurun, tangan dan kaki dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur.
  4. DBD derajat IV: Atau fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hingga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan nadi tidak dapat terukur.

Apakah Semua Penderita DBD Perlu Dirawat?

Rata-rata penderita atau keluarga penderita mulai menyadari sakitnya pada DBD derajat I-II, dan keduanya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, kecuali jika penderita sangat sulit minum dan makan, yang biasanya terjadi pada anak kecil. Yang memerlukan perawatan dan pemantauan intensif hanya DBD derajat III-IV, karena fatalitas yang mungkin terjadi. Jadi janganlah kita tergesa-gesa memaksakan perawatan di Rumah Sakit, apalagi jika demamnya baru berlangsung selama 2-3 hari dan kondisi penderita masih cukup baik, masih mau makan dan minum. Selain karena sifat penyakit ini yang sebenarnya dapat ditangani sendiri dengan perbaikan kondisi penderita, kita juga dapat menghindari pengeluaran biaya yang tidak perlu dan kontaminasi kuman yang mungkin terjadi di rumah sakit.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah ?

Pengobatan DBD sesungguhnya bersifat suportif dan simtomatik, artinya tidak memerlukan obat untuk kausanya (seperti antivirus). Yang paling ditekankan adalah nutrisi dan hidrasi alias makan dan minum yang cukup. Lebih ditekankan untuk minum yang banyak, untuk mengatasi efek kebocoran plasma darah dan meningkatkan jumlah trombosit. Setidaknya, memenuhi kebutuhan cairan harian per harinya, yang dapat dihitung dengan rumus:

  1. Dewasa: 50 cc/kg BB/hari
  2. Anak: Untuk 10 kg BB pertama: 100cc/kg BB/ hari
    - Untuk 10 kg BB kedua: 50 cc/kg BB/ hari
    - Untuk 10 kg BB ketiga dan seterusnya: 20 cc/kg BB/hari
    Contoh: Anak fulan 8 tahun dengan BB 23 kg, berarti kebutuhan cairan perharinya adalah ((100×10) + (50×10) + (20×3))= 1560 cc

Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah kompres hangat dan penurun panas jika demam, vitamin penambah nafsu makan, antimuntah jika dibutuhkan. Perlu diingat juga bahwa penggunaan antibiotik tidak diperlukan pada kasus DBD murni (tanpa adanya infeksi bakterial). Jika ada yang membawa pasien DBD berobat, dan kemudian mendapatkan resep antibiotik, bertanyalah pada dokter atau yang meresepkan tersebut apa kepentingannya, agar tidak terjadi pemborosan uang dan obat, dan membebani tubuh penderita.

Kapan Harus Waspada ?

Beberapa kasus DBD dapat berlanjut menjadi serius yang diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain seperti keganasan virus dan pertahanan tubuh yang lemah. Tanda-tanda yang menunjukkan penderita perlu mendapat pemeriksaan medis antara lain:

  1. Muntah darah segar (merah) atau muntah hitam
  2. Buang air besar berwarna hitam
  3. Sesak nafas yang makin lama makin sesak meski demam telah teratasi
  4. Nyeri perut yang makin nyata, diiringi dengan pembesaran lingkar perut
  5. Kesadaran menurun tanpa syok, nyeri kepala atau pusing hingga muntah nyemprot, pandangan makin lama makin kabur.

Lalu, Kapan Sembuhnya ?

DBD umumnya akan mengalami penyembuhan sendiri setelah 7-8 hari, jika tidak ada infeksi sekunder dan dasar pertahanan tubuh penderitanya memang baik. Tanda penyembuhan antara lain meliputi demam yang turun perlahan, nafsu makan dan minum yang membaik, lemas yang berkurang dan tubuh terasa segar kembali.

Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Mencegahnya?

Melawan penyebaran penyakit DB ini harus dilakukan secara sosial dan individual. Secara sosial, kebersihan lingkungan harus dijaga dengan membersihkan lingkungan dari tempat dan benda-benda yang menampung air bersih secara terbuka, seperti bak mandi, tendon air, kaleng, dan sejenisnya. Maka, pengecekan dan pembersihan tempat-tempat tersebut harus dilakukan secara rutin untuk memastikan nyamuk tidak berkembang biak dengan mengganti airnya secara rutin dan menguburkan kaleng-kaleng bekas yang berpotensi terisi air hujan. Secara individu, disarankan untuk tidak  tidur di pagi hari hingga siang hari karena nyamuk aides aigepty adalah nyamuk pagi hingga siang hari.

Site - Berita

isi artikel dengan data yang benar

Site - Berita

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>

Gratis

Daftarkan email Anda untuk menerima pemberitahuan tulisan terbaru kami.

jumlah Pengunjung

Anggota : 6
Konten : 68
Kunjungan : 234927

Ads

Ads

Layanan Kami

Sebagai Rumah Sakit Ibu dan Anak, RSIA NUN Surabaya memberikan pelayanan bagi ibu dan anak.
Sebagai Sahabat Terbaik Keluarga Anda, RSIA NUN Surabaya juga melayani seluruh anggota keluarga.

Selengkapnya

Kritik dan Saran

Ke Atas